Rabu, 18 November 2015

LEGENDA

Legenda – Batu Menangis

Legenda dari Kalimantan.
Darmi memandangi wajahnya lewat cermin yang tergantung di dinding kamarnya.
“Ah aku memang jelita,” katanya. “Lebih pantas bagiku untuk tinggal di istana raja daripada di gubuk reot seperti ini.”
Matanya memandang ke sekeliling ruangan. Hanya selembar kasur yang tidak empuk tempat dia tidur yang mengisi ruangan itu. Tidak ada meja hias yang sangat dia dambakan. Bahkan lemari untuk pakaian pun hanya sebuah peti bekas. Darmi mengeluh dalam hati.
Darmi memang bukan anak orang kaya. Ibunya hanya seorang janda miskin. Untuk menghidupi mereka berdua, ibunya bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam. Pekerjaan apapun dia lakukan. Mencari kayu bakar di hutan, menyabit rumput untuk pakan kambing tetangga, mencucikan baju orang lain, apapun dia kerjakan untuk bisa memperoleh upah. Sebaliknya Darmi adalah anak yang manja. Sedikit pun dia tidak iba melihat ibunya bekerja keras sepanjang hari. Bahkan dengan teganya dia memaksa ibunya untuk memberinya uang jika ada sesuatu yang ingin dibelinya.
“Ibu, ayo berikan uang padaku! Besok akan ada pesta di desa sebelah, aku harus pergi dengan memakai baju baru. Bajuku sudah usang semua,” katanya.
“Nak, kemarin kan kau baru beli baju baru. Pakailah yang itu saja. Lagipula uang ibu hanya cukup untuk makan kita dua hari. Nanti kalau kau pakai untuk membeli baju, kita tidak bisa makan nak!” kata ibunya mengiba.
“Alah itu kan urusan ibu buat cari uang lagi. Baju yang kemarin itu kan sudah aku pakai, malu dong pakai baju yang itu-itu lagi. Nanti apa kata orang! Sudahlah ayo berikan uangnya sekarang!” kata Darmi dengan kasar.
Terpaksa sang ibu memberikan uang yang diminta anaknya itu. Dia memang sangat sayang pada anak semata wayangnya itu.
Begitulah, hari demi hari sang ibu semakin tua dan menderita. Sementara Darmi yang dikaruniai wajah yang cantik semakin boros. Kerjaannya hanya menghabiskan uang untuk membeli baju-baju bagus, alat-alat kosmetik yang mahal dan pergi ke pesta-pesta untuk memamerkan kecantikannya.
Suatu hari Darmi meminta ibunya untuk membelikannya bedak di pasar. Tapi ibunya tidak tahu bedak apa yang dimaksud.
“Sebaiknya kau ikut saja ibu ke pasar, jadi kau bisa memilih sendiri,” kata ibunya.
“Ih, aku malu berjalan bersama ibu. Apa kata orang nanti. Darmi yang jelita berjalan dengan seorang nenek yang kumuh,” katanya sambil mencibir.
“Ya sudah kalau kau malu berjalan bersamaku. Ibu akan berjalan di belakangmu,” ujar ibunya dengan sedih.
“Baiklah, ibu janji ya! Selama perjalanan ibu tidak boleh berjalan di sampingku dan tidak boleh berbicara padaku!” katanya.
Ibunya hanya memandang anaknya dengan sedih lalu mengiyakan.
Akhirnya mereka pun berjalan beriringan. Sangat ganjil kelihatannya. Darmi terlihat sangat cantik dengan baju merah mudanya yang terlihat mahal dan dibelakangnya ibunya yang sudah bungkuk memakai baju lusuh yang penuh tambalan. Di tengah jalan Darmi bertemu dengan teman-temannya dari desa tetangga yang menyapanya.
“Hai Darmi, mau pergi kemana kau?” sapa mereka.
“Aku mau ke pasar,” jawab Darmi.
“Oh, siapa nenek yang di belakangmu itu? Ibumu?” tanya mereka.
“Oh bukan! Bukan!. Mana mungkin ibuku sejelek itu. Dia itu cuma pembantuku,” sahut Darmi cepat-cepat.
Betapa hancur hati ibunya mendengar anak kesayangannya tidak mau mengakuinya sebagai ibunya sendiri. Namun ditahannya rasa dukanya di dalam hati.
Kejadian itu berulang terus menerus sepanjang perjalanan mereka. Semakin lama hati si ibu semakin hancur. Akhirnya dia tidak tahan lagi menahan kesedihannya. Sambil bercucuran air mata dia menegur anaknya.
“Wahai anakku sebegitu malunyakah kau mengakui aku sebagai ibumu? Aku yang melahirkanmu ke dunia ini. Apakah ini balasanmu pada ibumu yang menyayangimu?”
Darmi menoleh dan berkata, “Hah aku tidak minta dilahirkan oleh ibu yang miskin sepertimu. Aku tidak pantas menjadi anak ibu. Lihatlah wajah ibu! Jelek, keriput dan lusuh! Ibu lebih pantas jadi pembantuku daripada jadi ibuku!”
Usai mengucapkan kata-kata kasar tersebut Darmi dengan angkuh kembali meneruskan langkahnya.
Ibunya Darmi sambil bercucuran air mata mengadukan dukanya kepada Tuhan. Wajahnya menengadah ke langit dan dari mulutnya keluarlah kutukan, “Oh Tuhanku! Hamba tidak sanggup lagi menahan rasa sedih di hatiku. Tolong hukumlah anak hamba yang durhaka. Berilah dia hukuman yang setimpal!”
Tiba-tiba langit berubah mendung dan kilat menyambar-nyambar diiringi guntur yang menggelegar. Darmi ketakutan dan hendak berlari ke arah ibunya. Namun dia merasa kakinya begitu berat. Ketika dia memandang ke bawah dilihatnya kakinya telah menjadi batu, lalu kini betisnya, pahanya dan terus naik ke atas. Darmi ketakutan, dia berteriak meminta pertolongan pada ibunya. Tapi ibunya hanya memandangnya dengan berderai air mata.
“Ibu, tolong Darmi bu! Maafkan Darmi. Aku menyesal telah melukai hati ibu. Maafkan aku bu! Tolong aku…” teriaknya. Ibu Darmi tidak tega melihat anaknya menjadi batu, tapi tidak ada yang bisa dilakukannya. Nasi sudah menjadi bubur. Kutukan yang terucap tidak bisa ditarik kembali. Akhirnya dia hanya bisa memeluk anaknya yang masih memohon ampun dan menangis hingga akhirnya suaranya hilang dan seluruh tubuhnya menjadi batu.
(SELESAI)

https://dongengkakrico.wordpress.com/cerita/legenda-batu-menangis/

musikalisasi pangkur

musikalisasi tembang pangkur oleh Gian Hanjani

SEKOLAH

Yo podo sregep sekolah

Nuntut ngelmu, ngelmu ingkang becik

Diwulang kaliyan guru

Sing ngabdi marang bangsa

Lan ngurmati marang bapak ibu guru

Ingkang sampun bimbing kita

Supaya dadi wong apik

ayam bakar

Ayam Bakar Wong Solo 
 

cerita lucu

CERITA LUCU NEW 1
PENGALAMAN PERTAMA SOPIR TAXI

Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain. Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi," kata sopir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah.
"Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak."
"Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama."
"Oh begitu. Trus kok bisa kaget begitu?"
"Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah."
CERITA LUCU NEW 2
Ganti Pakaian

Dalam Kompi C sebuah pasukan sudah berbulan-bulan bertugas di pedalaman Irian Jaya, sampai suatu ketika mereka dikumpulkan oleh sang komandan.
"Saya ada dua berita untuk kalian, berita bagus dan berita buruk. Berita bagusnya, hari ini pakaian dalam kita akan diganti..."
"Horeeee! Siap, komandan!" seru seluruh anggota pasukan dengan sukacita.
"Nah, sekarang berita buruknya. Bambang, ganti pakaian dalammu dengan punya Joko. Iwan, kamu ganti dengan punya Budi..."
CERITA LUCU 1
3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip... Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya,..." ujar si Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya, "Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP" kata si Jepang.
Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.
Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas 'sisa' tsb dan berkata: "Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...?"
"Oh maaf, saya baru terima Fax.." jawab orang Indonesia tersebut.
CERITA LUCU 2
Suatu hari dalam hutan rimba.
Monyet: "Tarzan..., kenapa sih engkau saja yang pakai celana? Kami semua tak pakai. Ada rahasia apa sih?"
Tarzan: "Nggak ada rahasia²an!"
Monyet: "Kita kan berkawan baik. Masak sama kita saja ada rahasia?"
Tarzan: "Aku bilang nggak ada..., ya nggak ada!"
Monyet sungguh enggak puas dengan jawaban Tarzan. Jadi dia pun ajak kawan² dia ke pondok Tarzan dan mengintai untuk mencari rahasia Tarzan.
Seperti biasa, sebelum mandi Tarzan mesti buka celananya (itulah satu²nya celana dia). Begitu lihat Tarzan yang b**il monyet² pun ketawa sampai sakit perut. Monyet berkata, "Pantesan saja dia pakai celana. Rupanya dia malu, sebab ekor dia ada di depan, pendek dan buntet lagi!!!"

 http://www.lokerseni.web.id/2014/10/kumpulan-cerita-humor-lucu-terbaru-2014.html

informasi kuliner

Bakso President Malang. Sensasi Makan Bakso Bergetar.

Thursday, January 31, 2013



Bakso President

Siapa sih yang enggak suka Bakso? Saya sih suka banget. Enak banget kan makan bakso waktu lagi hujan, dingin-dingin makan yang anget-anget pedes. Bakso sih menurut saya tandingannya Indomie kalau menyangkut makanan pendamping dikala hujan. 

Kota Malang cukup terkenal dengan Oskab. Oskab itu boso walikan Malang yang artinya Bakso (boso walikan = bahasa terbalik. Khasnya Malang). Di Malang kita bisa menemukan bakso dimana-mana mulai  kaki lima sampai  pusat perbelanjaan (mall). Tapi, nyobain bakso rel kereta sudah pernah belum?

Ini dia, Bakso President di Malang. Namanya cukup tersohor karena kelezatan baksonya dan keunikan lokasinya yang berada di pinggiran rel kereta ditambah title PRESIDENT nya. Seru loh melihat kereta api melintas ketika kita sedang makan. Meja bergetar dan kuping jadi pengang karena ulah si komo lewat, eh kereta api lewat.
http://www.satyawinnie.com/2013/01/bakso-president-malang-sensasi-makan.html

profil artis

Stefan William

From Wikipedia, the free encyclopedia
Stefan William
Born August 11, 1993 (age 22)
California, United States of America
Nationality Indonesia
Occupation Actor
Height 1.76 m (5 ft 9 in)
Steven William Umboh, also known as Steven William or Stefan William (born in California, USA, August 11, 1993)[1][2] is an Indonesian actor. He is the first son of the couple Clinton Avery (United States) and Ellen Thelma Umboh (Indonesia, Manado), and has a younger sister named Jennifer Avery currently live in Australia with her father and mother. He is known for his role in soap opera Arti Sahabat as Yudha and in the film Bestfriend? (2008). Steven William is also a member of the band The Junas Monkey.[3]

Contents

Biography

Personal life

He is the first son of the couple Clinton Avery (United States) and Ellen Thelma Umboh (Indonesia), and has a younger sister named Jennifer Avery who is currently living in (Australia) with father and mother. He is also the grandson of a famous Indonesian director of his time, namely Wim Umboh.

Gossip

Steven William has been rumored as gay because there were photos of him making out with another male.
However, William's manager confirmed that the news is false and the person in the photos is not him.[4]

Filmography

Film

Television series

FTV

  • Kalo Tom Dand Jerry Jatuh Cinta
  • Kerak Telor Cinta Nurlela
  • Something About Maemunah
  • Papa Rock N Roll

TVM

  • Ayahku

References


tembang macapat

Pucung

Pucung (ana kalané tinulis pocung) iku tembang macapat kang ngélingaké marang pepati. Pucung cedhak karo tembung pocong. Kaya pralambang mori kanggo mbungkus layon, pucung dienggo tembang kang bisa ngélingaké marang manungsa yèn urip ing ndonya ana pungkasané.
Ananging Pucung uga nduwé watak liya. Pucung iku jenengé wiji woh-wohan. Wanda cung uga marai gawé rasa seger kang ngélingaké marang perkara kang lucu kaya déné isih jaman dikuncung. Tembang iki asring dienggo tembang-tembang kang uga lucu, kayata parikan utawa bedhèkan.

Metrum

Tembang Pucung mung ana patang gatra (larik) saben pada (bait).
  • 12-u
  • 6 -a
  • 8 -i
  • 12-a

Tuladha

Ngelmu iku kelakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
setya budya pangekesing dur angkara

Sekar pucung, dadi tamba ati bingung
Panglipuring rasa
Murih yuwana basuki
Marga-marga maweh berkahing Bathara

Semar iku, sugih tangis sugih guyu
Uga sugih utang
Nanging uga sugih dhuwit
Wis kaloka Kyai Semar sugih reka




https://jv.wikipedia.org/wiki/Pucung

lirik lagu

Rabu, 11 November 2015

RESEP MAKANAN

RESEP MEMBUAT SPAGETI
Bahan Spaghetti
  • Mie Spaghetti 250gr atau sesuai yang dibutuhkan (bisa didapatkan di supermarket terdekat)
  • Daging giling atau sosis (di supermarket ada)
  • Saus tomat/cabai (1 botol)
  • Tepung Maizena (±2 sendok)
  • 1 Siung Bawang Bombay (iris-iris setipis mungkin)
  • 8 Bawang putih (cincang hingga halus)
  • Keju Cheddar
  • Mentega
  • Minyak Goreng
  • Bubuk Oregano (1/2 sendok)
Cara Membuat Spaghetti:
  1. Pertama, rebus air 1lt hingga mendidih dan masukkan minyak goreng 2 sendok. Lalu masukkan Spaghetti, tambahkan bubuk oregano dan daging giling atau sosis. Aduk rata hingga mie mulai mengembang.
  2. Kedua, setelah mie Spaghetti matang, angkat dan tiriskan hingga airnya hilang.
  3. Ketiga, tuangkan saus kedalam wajan. Cicipi saus yang anda buat tadi hingga rasanya mantab.
  4. Keempat, masukkan mie kedalam saus yang sudah anda buat.
  5. Kelima, aduk mie Spaghetti tersebut hingga bumbu saus merata.
  6. Terakhir, sajikan dengan piring besar bersama keluarga anda.

                                                                                  http://www.duniainter.net/cara-membuat-spaghetti/

LEGENDA

LEGENDA RAWA PENING
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
 Pada zaman dahulu di desa Ngasem hidup seorang gadis bernama Endang Sawitri. Penduduk desa tak seorang pun yang tahu kalau Endang Sawitri punya seorang suami, namun ia hamil. Tak lama kemudian ia melahirkan dan sangat mengejutkan penduduk karena yang dilahirkan bukan seorang bayi melainkan seekor Naga. Anehnya Naga itu bisa berbicara seperti halnya manusia. Naga itu diberi nama Baru Klinting.


Di usia remaja Baru Klinting bertanya kepada ibunya. Bu, “Apakah saya ini juga mempunyai Ayah?, siapa ayah sebenarnya”. Ibu menjawab, “Ayahmu seorang raja yang saat ini sedang bertapa di gua lereng gunung Telomaya. Kamu sudah waktunya mencari dan menemui bapakmu. Saya ijinkan kamu ke sana dan bawalah klintingan ini sebagai bukti peninggalan ayahmu dulu. Dengan senang hati Baru Klinting berangkat ke pertapaan Ki Hajar Salokantara sang ayahnya.

Sampai di pertapaan Baru Klinting masuk ke gua dengan hormat, di depan Ki Hajar dan bertanya, “Apakah benar ini tempat pertapaan Ki Hajar Salokantara?” Kemudian Ki Hajar menjawab, “Ya, benar”, saya Ki Hajar Salokantara. Dengan sembah sujud di hadapan Ki Hajar, Baru Klinting mengatakan berarti Ki Hajar adalah orang tuaku yang sudah lama aku cari-cari, aku anak dari Endang Sawitri dari desa Ngasem dan ini Klintingan yang konon kata ibu peninggalan Ki Hajar. Ya benar, dengan bukti Klintingan itu kata Ki Hajar. Namun aku perlu bukti satu lagi kalau memang kamu anakku coba kamu melingkari gunung Telomoyo ini, kalau bisa, kamu benar-benar anakku. Ternyata Baru Klinting bisa melingkarinya dan Ki Hajar mengakui kalau ia benar anaknya. Ki Hajar kemudian memerintahkan Baru Klinting untuk bertapa di dalam hutan lereng gunung.

Suatu hari penduduk desa Pathok mau mengadakan pesta sedekah bumi setelah panen usai. Mereka akan mengadakan pertunjukkan berbagai macam tarian. Untuk memeriahkan pesta itu rakyat beramai-ramai mencari hewan, namun tidak mendapatkan seekor hewan pun. Akhirnya mereka menemukan seekor Naga besar yang bertapa langsung dipotong-potong, dagingnya dibawa pulang untuk pesta. Dalam acara pesta itu datanglah seorang anak jelmaan Baru Klinting ikut dalam keramaian itu dan ingin menikmati hidangan. Dengan sikap acuh dan sinis mereka mengusir anak itu dari pesta dengan paksa karena dianggap pengemis yang menjijikkan dan memalukan. Dengan sakit hati anak itu pergi meninggalkan pesta. Ia bertemu dengan seorang nenek janda tua yang baik hati. Diajaknya mampir ke rumahnya. Janda tua itu memperlakukan anak seperti tamu dihormati dan disiapkan hidangan. Di rumah janda tua, anak berpesan, Nek, “Kalau terdengar suara gemuruh nenek harus siapkan lesung, agar selamat!”. Nenek menuruti saran anak itu.



Sesaat kemudian anak itu kembali ke pesta mencoba ikut dan meminta hidangan dalam pesta yang diadakan oleh penduduk desa. Namun warga tetap tidak menerima anak itu, bahkan ditendang agar pergi dari tempat pesta itu. Dengan kemarahan hati anak itu mengadakan sayembara. Ia menancapkan lidi ke tanah, siapa penduduk desa ini yang bisa mencabutnya. Tak satu pun warga desa yang mampu mencabut lidi itu. Akhirnya anak itu sendiri yang mencabutnya, ternyata lubang tancapan tadi muncul mata air yang deras makin membesar dan menggenangi desa itu, penduduk semua tenggelam, kecuali Janda Tua yang masuk lesung dan dapat selamat, semua desa menjadi rawa-rawa,

karena airnya sangat bening, maka disebutlah “Rawa Pening” yang berada di kabupaten Semarang, Jawa Tengah


.http://wisatarawapeningbejalen.blogspot.co.id/2012/04/asal-usul-rawa-pening.html

Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html

Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html

Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html
Rona lembayung senja keindahan semburat jinggaMu menoreh rindu pada bulan di lenganMu di mana kan kurebahkan jiwa lelahku Di pelukMu kutemukan cinta di matamu memancar kasih Rindu ini tak tertahan lagi untuk luruh dalam genggamanMu

link : http://www.puisipendek.net/kerinduan-senja-hari.html